Jumat, 24 November 2017

TASYAKKURAN KEMERDEKAAN & HARLAH PPDS KE-3 BERSAMA PROF.Dr. KH. MA'RUF AMIN

Surabaya | darussalamkeputih.com. 
Rabu, 30 Agustus 2017 merupakan catatan sejarah penting bagi Ponpes Darussalam Keputih Surabaya, selain Tasayakkuran kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Ponpes Darussalam Juga memperingati Miladnya yang ke-3 yang lahir  pada tanggal 17 Agustus 2014. Acara yang merupakan Agenda kegiatan perdana di Ponpes Darussalam Keputih ini lebih berkesan dan bermakna dengan hadirnya beberapa Ulama/kiyai dan bu nyai, asatidz/asatidzah, Cendikiawan, dan Tokoh Masyarakat, diantara yang hadir dalam acara tersebut adalah Prof. Dr. (Hc) KH. Ma'ruf Amin (Rais 'Am PBNU & Ketua Umum MUI), KH. Abdurrahman Navis, Lc. M.HI, KH. Hasyim Rowi, KH. Djalaluddin, KH. Mahrobah,  selain para Ulama tersbut, hadir juga H. Syamsul Bahri, M.Pd.I (Ka Kanwil Kemenag Jatim) dan Prof. Dr. KH. M. Faqih, Ph.D (Guru Besar ITS). kemeriahan acara tersebut makin terasa dengan hadirnya Santri PPDS, Siswa/siswi SMA Yapita beserta asatid/asatidzahnya, beberapa anggota Fatayat NU, Muslimat NU, serta Banser. 

Lantunan Shalawat terus menggema di langit Darussalam Keputih mengiringi kedatangan tamu undangan untuk mengisi ruang-ruang lokasi Jama'ah/tamu/undangan. Halam parkir Ponpes Daussalam Keputih Berangsur penuh begitupun dengan Ruang Aula Lt.2 PP. Gedung Baru Darussalam Keputih yang dipenuhi jama'ah Putri. Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB itu dibuka dengan Pembacaan Yasin dan Tahlil oleh KH. Ahmad Arsyad Arif (Pemibina Yayasan PP. Darussalam) mendoakan para Muassis dan keluarga besar Ponpes Darussalam Keputih, para leluhur Desa Keputih, dan Para mujahidin/pahlawan Republik Indonesia.

Ust. Moch. Isbir yang bertugas sebagai MC acara tersebut mulai membuka Acara dengan Surat Al-Fatihah. Acara demi acara berlangsung dengan tertib dan lancar. dimulai dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon secara bersama-sama dengan dipandu oleh Ahmad Hidayatullah sebagai dirigen dari santri Darussalam Keputih. Sambutan-sambutan menyusul usai menyanyikan lagu-lagu tersebut. Sambutan Pertama disampaikan oleh Dr. Hj. Zumroatul Mukaffa, M.Ag (Ketua Yayasan Ponpes Darussalam Keputih), dilanjutkan sambutan oleh H. Syamsul Bahri, M.Pd.I (Ka Kanwil Kemenag Jatim) dan sambutan terakhir oleh KH. Abdurrahman Navis, Lc,. M.HI (Pengasuh Ponpes Nurul Huda Surabaya). 

Tibalah diacara puncak, Pengajian Tasayakkuran kemerdekan RI ke-72 dan Harlah PP. Darussalam Keputih Surabaya ke-3 yang disampaikan oleh Prof. Dr (Hc) KH. Ma'ruf Amin (Rais 'Am PBNU & Ketua Umum MUI) dalam tausiyahnya, beliau sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, diusianya yang masih "balita", Ponpes Darussalam Keputih sudah bisa melaksanakan kegiatan seperti ini, dan siap berjuang serta berkontribusi bersama ponpes-ponpes lainnya yang lebih dahulu ada. banyak hal yang beliau sampaikan diantaranya adalah Tugas Kaum Muslimin dlm bimbingan Ulama. yaitu :

1. Himayatuddin. Memelihara/merawat agama Islam dengan cara:
   a. Masyarakat Islam harus melahirkan ulama karena ilmu islam akan hilang dengan wafatnya 
       Ulama. Pesantren sebagai pendidikan ulama harus berkualitas.
   b. Setiap keluarga muslim hendaknya memilih salah satu anaknya yang cerdas untuk dididik di 
       pesantren agar menjadi ulama. Anak-anak yang lain dididik dalam bidang-bidang lain tapi 
       jangan sampai tidak ada anak cerdas yg dudidik memjadi ulama.
  c.  Menjaga aqidah, fikrah dan amaliyah agama yg benar,  bukan yang textualist bukan yang 
       liberalist tapi wasatiyah, ahlussunnah wal jamaah ala manhajil madzahibil arbaah, asyariyah 
       dan thariqah muktabarah annahdliyah.

2. Himayatul ummah. Memelihara/merawat ummat. dengan cara :
    a. Memelihara ummat agar tidak tersesat dalam aqidah fikrah dan amaliyah. Perlu madrasah 
        diniyah pesantren dan pendidikan agama islam yang terus menerus bagi masyarakat.
    b. Usaha membentengi masyarakat dalam kehidupan duniawiyah dari semua unsur yang 
        menyesatkan.
3. Himayatud daulah. Memelihara/merawat negara. Dalam konteks Indonesia ;
   a. Pancadila sebagai dasar negara sudah final karena semua unsur Pancasila merulakan manifestasi 
      pengamalan Islam dalam bernegara.
  b. NKRI sudah final karena dalam NKRI kaum muslimin bisa hidup dalam keteraturan hukum dan 
      dapat mengamalkan syariat Islam dengan bebas tanpa rintangan.
  
Acara tersebut dituup dengan pembacaan doa yang sekaligus dibacakan oleh KH. Ma'ruf Amin. Doa tersebut menjadi Pungkasan acara. MC pun menutup acara tersebut, sembari para Ulama ramah tamah, Tim Shalawat Darussalam Keputih kembali mendendangkan Lantunan Shalawat yang indan dan merdu.  [alfppds]


















0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Atas Komentarnya

Popular Posts